Penjaga Hati
Renungan Surah An-Nas tentang bisikan halus yang masuk ke dalam hati dan terasa seperti diri sendiri. Mengajak kembali kepada-Nya sebagai satu-satunya tempat berlindung dari yang tak terlihat.
Ada yang tidak kita lihat,
tapi diam-diam membisikkan sesuatu di dalam diri.
Bukan suara yang terdengar,
tapi terasa—
dalam ragu, dalam takut,
dalam keinginan yang tiba-tiba muncul tanpa sebab.
Dan kita sering mengira…
itu bagian dari diri kita sendiri.
Padahal tidak semua yang ada di dalam diri
benar-benar berasal dari diri.
Maka kita diajarkan untuk kembali kepada-Nya.
Bukan sekadar meminta perlindungan,
tapi menyadari—
bahwa kita tidak selalu mampu menjaga hati sendiri.
Kepada Nya,
Rabb manusia—yang membimbing tanpa lelah.
Kepada Nya,
Raja manusia—yang menguasai bahkan yang tersembunyi.
Kepada Nya,
iIlah manusia—satu-satunya tempat bergantung
saat semuanya terasa rapuh.
Karena ada bisikan
yang tidak datang dari luar,
tapi masuk ke dalam…
lalu perlahan terasa seperti kebenaran.
Yang meragukan yang pasti,
yang menghias yang salah,
yang membuat kita nyaman
dalam sesuatu yang menjauhkan dari-Nya.
Dan yang paling halus—
bisikan itu tidak memaksa.
Ia hanya membujuk.
Pelan.
Sampai kita merasa
kitalah yang memilihnya.
Maka kita berlindung kepada-Nya—
dari yang bersembunyi…
lalu datang lagi.
dari yang membisikkan…
lalu menghilang.
dari yang tidak terlihat,
namun paling dekat dengan hati.
dan dari segala sesuatu
yang tidak menuju kepada-Nya.
Kepada-Mu, ya Allah, kami berlindung—
dari sesuatu yang bahkan kami tidak sadar sedang mempengaruhi kami.