Tetes lahir dari kegelisahan kecil manusia yang hidup di tengah dunia yang terlalu ramai.

Tentang manusia-manusia yang lelah oleh kebisingan,
tetapi tetap ingin menjaga hatinya agar tidak ikut mati.

Di sini,
kami tidak sedang mencoba terlihat paling benar.

Tidak juga sedang berusaha menjadi paling suci.

Tetes hanyalah ruang kecil untuk:
berpikir,
merenung,
merasakan,
dan kembali mendengar suara hati yang perlahan tenggelam oleh dunia modern.

Kami percaya,
manusia tidak hanya membutuhkan informasi.

Manusia juga membutuhkan:
makna,
kesadaran,
keheningan,
dan arah untuk pulang.

Karena hidup bukan sekadar tentang menjadi besar,
kaya,
atau dipuji banyak orang.

Kadang hidup hanya tentang:
menjadi manusia yang tetap utuh di tengah zaman yang retak.

Tetes menulis tentang:
manusia,
kecemasan zaman,
kesunyian,
spiritualitas,
peradaban,
dan perjalanan kecil untuk memahami diri sendiri.

Sebagian tulisan lahir dari kegelisahan.
Sebagian dari perjalanan.
Sebagian lagi dari rasa malu kepada Tuhan.

Dan mungkin semuanya hanyalah tetesan-tetesan kecil kesadaran,
yang semoga masih mampu menjaga hati manusia agar tidak sepenuhnya mengeras.

Selamat datang di Tetes.

Ruang kecil untuk berhenti sebentar,
menarik napas,
dan kembali menjadi manusia.