Pertolongan itu Nyata

Tidak semua kemenangan adalah akhir— sebagian adalah ujian, apakah kita semakin dekat… atau justru semakin lupa.

Pertolongan itu Nyata

Ada masa

dimana pertolongan Allah tiba.

ketika apa yang kita tunggu

akhirnya datang.

Pertolongan itu nyata.
Jalan yang dulu sempit
menjadi lapang.

Dan manusia—
datang dengan sendirinya.

Tanpa dipanggil,
tanpa dipaksa.

Seolah semuanya telah sampai
pada titik yang diharapkan.

Namun justru di saat itu…
tidak ada yang diminta selain diam.

Bukan untuk merayakan,
bukan untuk merasa telah selesai.

Tapi untuk melihat ke dalam—

apa yang tersisa
di hati yang baru saja diberi.

Apakah ia menjadi lebih tenang…
atau justru lebih penuh dengan diri sendiri.

Karena saat segala sesuatu telah datang,
yang paling mudah hilang
adalah rasa membutuhkan.

Dan ketika rasa itu hilang,
perlahan…
kita mulai menjauh
tanpa benar-benar sadar.

Maka di saat itu—

kita diajarkan
untuk kembali merendah.

Bertasbih…
seolah berkata: semua ini bukan dari kita.

Memuji…
seolah menyadari: tidak ada yang layak dibanggakan.

Dan memohon ampun…
seolah mengerti: bahkan dalam keberhasilan,
kita tetap tidak luput dari salah.

Karena mungkin…
pertolongan yang paling besar
bukan saat semuanya diberikan,

tapi saat hati tetap mampu
kembali kepada-Nya
setelah semuanya datang.

Kepada-Mu kami kembali—dalam kemenangan, dalam keberhasilan, agar tidak kehilangan diri di dalamnya