Yang Tetap Mengalir
Tidak semua yang hilang adalah kehilangan. Sebagian hanya diganti Allah dengan sesuatu yang lebih tenang… dan lebih abadi.
Ada masa
ketika manusia merasa hidupnya berkurang.
diantara lautan nikmat yang diberi - tak terlihat.
Sesuatu pergi.
Sesuatu hilang.
Dan sejak itu,
dunia terasa tidak lagi sama.
Manusia mulai memandang dengan cara berbeda.
Sebagian menjauh.
Sebagian menganggap semuanya telah selesai.
Namun Allah melihat
apa yang tidak dilihat manusia.
Di saat hati merasa kosong,
Dia justru menghadirkan sesuatu
yang tidak akan habis.
Bukan sekadar banyak—
tapi cukup untuk menenangkan.
Cukup untuk tetap membuat hati hidup.
Karena tidak semua kelimpahan
berbentuk sesuatu yang bisa dihitung.
Ada yang hadir sebagai ketenangan.
Ada yang tinggal sebagai keberkahan.
Ada yang terus mengalir
meski waktu terus berjalan.
Dan ketika semua itu datang,
Allah tidak meminta kita meninggi.
Hanya kembali kepada-Nya.
Salat—
agar hati tetap terhubung.
Dan berkurban—
agar kita ingat
bahwa tidak semua yang dicintai
harus dimiliki selamanya.
Karena yang benar-benar terputus
bukan mereka yang kehilangan sesuatu di dunia.
Tapi mereka
yang hidup tanpa jejak kebaikan
yang tetap hidup setelahnya.
Kepada-Mu kami bersyukur—atas kebaikan yang tetap mengalir, bahkan di saat kami merasa kehilangan.